Fall For You (part 2)

poster3

Author             : Kikyo

Tittle                : Fall For You (part 2)

Cast                 :

  1. Cho Kyuhyun
  2. Im Nara

“sa.. sajang.. nim??” suara nara seolah tercekat. Wajah putihnya tampak pucat, bibir bawahnya digigit menunjukkan kegelisahannya saat ini. ‘ini gila! Ini tidak benar! Bagaimana mungkin pria brengsek ini adalah presdir CT group? Ini tidak mungkin!! Apa yang sudah aku lakukan… ya Tuhaan!! Aku bisa gila !!’

Sedetik kemudian wajah nara tampak memelas menatap kyuhyun, sorot matanya seolah mengatakan ‘maafkan aku, aku sungguh menyesal’

“aku tidak akan ikut campur dalam proses penerimaan calon karyawan baru manager han, aku yakin kalian lebih berpengalaman dan profesional dalam bidang ini” jawaban kyuhyun seolah membawa angin segar untuk nara dan beberapa orang disana yang tadi sempat melayangkan pandangan sinis pada kyuhyun. Kyuhyun melirik nara, terlihat saat ini dia tersenyum ramah pada kyuhyun. Sangat ramah dengan mata berbinar binar, berharap kyuhyun melupakan tingkah konyolnya beberapa menit lalu. Kyuhyun ikut membalas senyum nara, senyuman yang tak kalah manisnya.

“aku tidak akan ikut campur dalam proses pernerimaan calon karyawan, aku hanya akan terus memantau langsung semua peserta tes saat menjalani interview nanti. Aku khawatir perusahaan ini akan bertambah buruk bila mendapatkan pegawai baru yang tidak kompeten yang hanya banyak bicara” kyuhyun menekan kata diakhir kalimatnya seraya melirik tajam ke arah nara, seolah kalimat itu sangat pas untuk gadis disebelahnya itu ‘cih! Dasar gadis bodoh’

Senyum nara perlahan luntur saat mencoba mencerna kata kata dan tatapan menyindir kyuhyun padanya. ‘dia.. pria bodoh ini.. apa dia sengaja mengerjaiku?? Aaaarrgg!!’

“baiklah kalau begitu sajangnim, kami menunggu anda diruangan test” kata manager han seraya menundukkan kepalanya dan kembali kedalam ruang test. Kyuhyun membalas menganggukkan kepalanya singkat.

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan saat melihat mata liar nara menatapnya berang. Perlahan kyuhyun berjalan mendekat kearah nara dan berhenti tepat dihadapan nara. Wajah nara menjadi semakin gugup melihat seorang presdir tengah berdiri didepan nya saat ini.

‘sial, apa yang harus aku lakukan sekarang?? Haruskah ku maki dia sekarang dan kabur dari sini?? Ahh tidak.. tidak.. aku sangat membutuhkan pekerjaan ini..’ batin nara

“Ahahahahahaha aigoo kyuhyun-aa… kau tahu aku tadi hanya bercanda kan.. hahahaha bukankah kau sudah lama mengenalku, selera humorku masih sama seperti dulu..hahaha” Nara mencoba membuat nada bersahabat sambil tertawa lepas menutupi kegugupannya. Sementara kyuhyun terlihat bergeming, ekspresinya tetap datar membuat tawa nara semakin hilang “aaaahh.. sepertinya aku harus kekamar mandi…” sambung nara sambil mengalihkan pandangannya kearah lain dengan tangan kiri mengelus perut datarnya. Nara mengangguk sekilas tanpa menatap kyuhyun dan cepat cepat menyingkir masih dengan akting mulesnya.

“dimana kamar mandinya? Sepertinya aku melihatnya disekitar sini tadi..” racau nara yang masih sempat melirik kyuhyun yang ternyata masih menatapnya tajam. “aigooo.. kenapa perutku ini.. aku harus cepat!” nara berjalan cepat setengah berlari mencoba menghindari hal yang mungkin lebih buruk akan terjadi padanya jika dia masih disana

“Im Nara ssi !” panggil kyuhyun membuat nara menghentikan langkahnya. ‘sial! Mau apa lagi si bodoh itu!’ umpat nara dalam hati. Dengan ekpresi yang mampu dirubahnya dalam hitungan detik, nara menoleh pada kyuhyun. Disunggingkan senyum termasnisnya saat ini.

“ne…” jawab nara masih dengan senyumnya. Kyuhyun berjalan mendekati nara dengan tatapan dingin namun tetap mempesona. Nara mengerjapkan matanya beberapa kali ‘sial! Dia benar benar sangat tampan! Aaahh tidak tidak.. dia sangat sempurna.. aiish! Apa yang aku pikirkan!’

“Im Nara ssi..” panggil kyuhyun sekali lagi begitu berada tepat didepan nara.

“ne…”

“kau tahu.. jam tangan sialan ini hanya ada 5 didunia, dan aku satu satunya warga korea yang memilikinya” kyuhyun mengangkat pergelangan tangannya dan menunjuk jam yang melingkar di tangannya dengan emosi “ Dan ini..” kyuhyun menarik krah jasnya “Jas bodoh ini hanya ada SATU didunia! Desaigner kenamaan prancis mendesign khusus untuk ku.. araa!” kata kyuhyun penuh penekanan terutama pada kata ‘satu’

Kyuhyun sengaja merapatkan jasnya didepan nara, dagunya diangkat seolah benar benar menunjukkan sifat angkuhnya. Dengan tegap kyuhyun berjalan menuju ruang test, namun langkahnya mendadak berhenti dan menoleh kembali

“aaahh.. kau bertanya siapa aku yang berani berbicara begitu padamu? Aku presdir CT group. Cho Kyuhyun. Dan aku bukan marketing lapangan! Jadi berhenti berbicara secara tidak formal padaku” kata kyuhyun sambil menunjuk nara penuh emosi.

“Dan satu lagi.. berhenti memanggilku ‘kyuhyun-aa’! Kita tidak pernah seakrab itu!” kyuhyun melanjutkan langkahnya dan menghilang dibalik pintu ruang tes. Sementara nara tidak sanggup berkata apa apa. Bibirnya dikatupkan dengan rapat, seperti menahan laju kata yang sewaktu waktu akan keluar dengan sendirinya. Dilihatnya semua orang disana tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. ‘SIALAN KAU CHO KYUHYUN!!’

.

.

Saat ini nara tengah menjalani test interview. Beruntunglah dia selama proses interview berlangsung kyuhyun sama sekali tidak mengajukan pertanyaan. Hanya saja dia merasa kyuhyun terus menatapnya sejak dia memasuki ruangan ini. Nara berhasil menjawab semua petanyaan yang diajukan oleh para juri dengan sangat baik dan tenang.

“ baiklah nara ssi, kami rasa cukup pertanyaan dari kami” ungkap manager han sambil membereskan berkas nara di meja nya. Nara terlihat lega mendengar kalimat manager han. Dia memang sudah tidak sabar untuk cepat cepat keluar dari tempat itu.

“sajangnim, apa anda ingin menambahkan sesuatu?” tanya manager han tiba tiba begitu melihat kyuhyun yang sedari tadi duduk dipojokan dengan tenang tiba tiba mengangkat tangan kanannya. Menyadari itu Nara dengan cepat menoleh kearah kyuhyun ‘apa lagi sekarang’ batin nara

“Im Nara ssi, aku punya beberapa pertanyaan padamu” kata kyuhyun sambil meletakkan bolpoin ditangannya, dan merubah pose duduknya menjadi lebih nyaman dengan menyandarkan punggungnya juga menumpukan kaki kanan diatas kaki kirinya.

“ne sajangmin” jawab nara mencoba untuk tetap terlihat tenang.

“ apa kau sudah mempunyai kekasih?” pertanyaan kyuhyun tidak hanya membuat nara terkejut, tapi seluruh juri diruangan itu juga terlihat bingung, dengan saling berpandangan satu sama lain.

“maaf sajangnim, saya rasa pertanyaan anda sama sekali tidak ada hubungannya dengan tes interview kali ini” jawab nara. Kyuhyun menurunkan kaki kanannya dari atas kaki kirinya. Posisi duduknya terlihat lebih serius sekarang. Matanya masih belum beralih menatap Nara penuh minat.

“tidak ada hubungannya katamu?” tanya kyuhyun diikuti kekehan mengejek “apa yang membuatmu berpikir seperti itu Im Nara ssi?” sambung kyuhyun dengan kepala yang sedikit dimiringkan seolah menunggu jawaban Nara penuh minat.

Kali ini giliran Nara yang sedikit salah tingkah mendengar pertanyaan kyuhyun. Nara sedikit mengubah posisi duduknya dan sedikit berdehem untuk mengusir kegugupannya, tanpa dia sadari justru hal itulah yang membuatnya semakin terlihat gugup.

“Kau tahu, informasi seperti ini penting untuk melihat tingkat keprofesionalan kerjamu kelak.. Dan aku tidak hanya menanyakan hal ini padamu.. aku menanyakannya pada semua peserta tes.. Apa jangan jangan kau berpikir aku sedang menggodamu Im Nara ssi?” Kyuhyun sedikit menaikkan sebelah alisnya diiringi ssenyuman mengejek. Para juri yang lain tertegun mendengar perkataan kyuhyun yang mengatakan kalau dia menanyakan hal pribadi tersebut kepada semua peserta tes ‘bohong. Benar benar bohong’.

Nara masih terdiam ‘sialan kau cho kyuhyun!!’ umpat nara dalam hati

Tiba tiba terdengar tawa kyuhyun yang memecahkan keheningan yang berlangsung beberapa detik lalu. “hahahahahaha ayolah Im Nara ssi.. kau sama sekali bukan tipeku.. tidak usah gugup begitu” kali ini kyuhyun seperti menahan emosi karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Nara. Para juri diruangan tersebut semakin dibuat tercengang, pasalnya selama ini kyuhyun sama sekali bukan orang yang banyak bicara, sangat pendiam namun juga tegas, dan berwibawa. Membuat semua karyawan sangat menaruh hormat padanya diusia yang terbilang masih sangat muda ini. Tapi apa yang dilihat mereka hari ini benar benar tidak bisa dipercaya. Presdir mereka seakan mempunyai kepribadian baru.

Wajah nara berubah merah, bukan karena tersipu. Tapi saat ini dia sedang menahan emosi, marah, dan rasa malu dihadapan para juri. Matanya mehanan bulir air mata yang saat ini mendesak ingin segera keluar.

“maafkan atas sikap saya sajangnim.”Nara memberi jeda pada kalimatnya “ saya belum berkeluarga, dan saya juga tidak memiliki teman dekat karena saat ini saya tengah fokus menata karir yang akan saya bangun” jawaban tegas nara membuat segurat senyum muncul di bibir kyuhyun. Entah apa yang sedang dipikirkan lelaki itu saat ini.

.

.

2 hari kemudian..

“Kyaaaaaaaaaaaaaa!! Kakek!! Aku diterima!!” teriak nara histeris sambil berlari menuju halaman belakang rumahnya, tempat favorit kakek nara menghabiskan hari harinya berkutat dengan tanaman hias miliknya. Kakek nara meletakkan sekop kecil miliknya lalu menoleh perlahan ke arah nara, mencoba mencari tahu hal apa yang membuat cucu satu satunya itu histeris.

“ada apa nara-ya..?” tanya kakek begitu melihat nara berdiri didepan pintu dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya.

“aku diterima kerja kek..” jawab nara seraya menggoyang goyangkan ponsel ditangan kanannya dengan senyum yang masih terus mengembang.

“benarkah?” sahut kakek nara penuh minat dan langsung berdiri dari duduknya. Nara menjawab dengan anggukan antusias dan langsung menghambur dipelukan kakeknya. Kedua manusia yang sedang berbahagia tersebut saling memeluk dan tertawa.

“akhirnya kau berguna juga nara-ya” gumam kakek ditengah tengah acara berpelukan mereka. Nara mengerutkan alisnya mendengar kalimat kakek, lalu melepaskan pelukannya.

“apa maksudnya” tanya nara dengan menatap kakek penuh selidik.

“apa?” tanya kakek dengan wajah tanpa dosa. Nara menyipitkan matanya menatap kakek, mencoba untuk mengintimidasi. Kakek berdecak melihat ekspresi cucunya.

“aku hanya bersyukur kau jadi lebih berguna sekarang.. setidaknya dengan kau bekerja kita tidak hanya bergantung pada uang pensiunan saja” jawab kakek dengan ekspresi datar lalu kembali berjongkok didepan tanaman kesayangannya. Nara mendesah pelan melihat kakeknya. Kakek nara memang selalu berbicara sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaan orang lain, pribadinya keras dan tegas, namun dibalik itu sebenarnya kakek sangat menyayangi nara lebih dari apapun.

Nara hanya tinggal berdua bersama kakeknya dirumah yang sangat sederhana namun sangat asri dan nyaman, mengingat kakek nara memang sangat hobi bercocok tanam dan selalu menjaga kebersihan. Orang tua nara telah lama meninggal karena kecelakaan saat nara masih berumur 2 tahun. sejak saat itu nara tinggal bersama kakek dan neneknya. Namun saat nara duduk di bangku junior high school, nara kembali kehilangan orang yang paling dicintainya. Nenek nara. Sejak saat itu sikap kakeknya berubah menjadi sangat menyebalkan. Banyak larangan dan aturan yang dibuat kakek untuk nara. Salah satunya melarang nara berpacaran. Itulah sebabnya dari dulu nara tidak pernah menjalin asmara dengan lelaki manapun. Karena sepandai pandainya nara berdekatan dengan lelaki, kakeknya akan langsung tau dan tidak segan segan menghukum nara dengan membuat pupuk kandang untuk tanaman kakeknya, yang tentunya baunya sangat sangat menyengat dan bisa dipastikan mampu membuat nara jera.

.

.

“ini ruangan kerjamu, dan itu adalah meja mu” manager han mengantar nara ke ruangan kerja nara dan menunjuk meja kerja nara “selamat bekerja Im nara ssi, semoga harimu menyenangkan” tutup manager han dengan senyuman ramahnya.

“kamsahamnida manager han.. saya akan bekerja keras!” sahut nara penuh semangat sambil mengepalkan tangan kanannya keatas membuat kekehan kecil keluar dari mulut manager han.

Manager han meninggalkan nara dengan anggukan sekilas. Sedangkan nara masih bersemangat membungkuk mengucapkan terima kasih berkali kali. Dia terlihat sangat bersemangat dan bahagia hari ini. Tentu saja dia bahagia, dia diterima sebagai salah satu staff finance CT group. Departemen impiannya, dan pastinya impian semua orang. Departement finance adalah salah satu departement vital suatu peusahaan, itulah yang membuat finance terlihat elit dimata para karyawan.

Nara membungkukkan badannya menyapa rekan rekan satu tim nya diruangan yang ternyata juga sangat ramah dan menyambutnya dengan baik.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, saatnya bagi seluruh karyawan untuk beristirahat. Beberapa ada yang langsung kekantin, beberapa ada yang lebih memilih makan diluar kantor, dan beberapa juga ada yang masih berkutat dengan pekerjaannya yang mungkin sudah dikejar deadline. Dan nara, dia sepertinya tidak ada pilihan lain selain bergabung dengan para sunbaenya di kantin.

Disinilah mereka saat ini, dikantin CT group yang bersih dan luas. Nara duduk dibangku paling pojok bersama ke dua sunbaenya. Mereka mengobrol menceritakan hal hal lucu yang mereka alami akhir ini. Nara tidak hanya menjadi pendengar disana, para sunbae nara setidaknya adalah orang orang yang baik, yang selalu melibatkan nara dalam percakapan mereka sehingga membuat nara tetap merasa nyaman dan tidak mati kutu.

“hei, lihatlah itu sajangnim.. tidak biasanya beliau makan siang dikantin” bisik yeowol salah satu sunbae nara dengan tatapan yang masih belum beralih dari arah belakang nara

‘mwo? Si brengsek itu ada disini?? Ahh, tentu saja.. dia kan presdir.. sial!’ batin nara sambil terus mengunyah makanannya yang tiba tiba terasa keras dimulutnya.

“aaahhh dia tampan sekali..” sahut hyorin sambil menangkupkan kedua telapak tangan dipipinya dengan wajah berseri seri

“benar… dia benar benar tampaann…” kali ini giliran hyorin yang berstatement

‘apa?? Tampan katamu?? Tunggu sampai kalian tahu seberapa tampan dia sesungguhnya!’ batin nara mulai kesal. Makanan dimulutnya serasa sulit untuk ditelan, mungkin karena suasana hatinya yang buruk mengingat pertemuan terakhirnya dengan kyuhyun. Dengan cekatan nara menyambar dan meneguk air putih didepannya.

“sajangnim.. dia kesini.. omo! Omo!” pekik hyorin

UHUUUKK UHUKK UHHHUUUUKKK !! hyorin tersedak minuman yang tengah berlari cepat ke tenggorokannya begitu mendengar kalimat sunbaenya itu.

“nara-ya gwaenchana??” kata yeowol dan hyorin hampir bersamaan. Nara mengibaskan kibaskan tangan kanannya dengan masih terbatuk batuk seolah mengatakan ‘aku baik baik saja’

“gwaenchana?” sapa seorang pria dari arah belakang nara sambil menepuk pelan pundak nara. Dengan cepat nara menoleh dan mencari tau sipemilik suara yang sudah tak asing lagi itu. Cho Kyuhyun.

“ini minumlah…” dengan ramah kyuhyun menyodorkan minuman miliknya. Nara menatap kyuhyun heran ‘kenapa dengan si brengsek ini? Dia baik padaku sekarang? Apa dia punya kepribadian ganda?’ batin nara. Sementara kedua sunbae nara tampak sangat terpesona dengan prilaku ramah yang dtunjukkan kyuhyun saat ini.

“tidak apa apa sajangnim.. saya sudah merasa baikan” tolak nara sopan sambil sedikit membungkuk.

“sepertinya semua meja penuh hari ini, boleh kami bergabung bersama kalian?” tanya kyuhyun kepada hyorin dan yeowol yang sedari tadi tidak berhenti menatap kagum padanya.

‘APA? Kenapa harus disini?? Ya tuhaan…’

“te.. tentu saja boleh sajangnim..” jawab hyorin dan yeowol antusian dan lagi lagi hampir bersamaan. Kyuhyun tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada lelaki setengah baya yang sedari tadi mengekor dibelakangknya

“kita duduk disini manager han” kata kyuhyun terdengar seperti perintah ditelinga manager han

“ne sajangnim” jawab manager han disertai anggukan sopannya.

Meja makan dikantin tempat mereka duduk memang disetting untuk 6 orang dengan 3 orang saling berhadapan. Saat ini nara duduk sendiri diseberang kedua sunbaenya itu.

Kyuhyun masih berdiri menatap nara. Menyadari itu yeowol dan hyorin menyenggol nyenggol tangan nara disertai gerakan mulut tanpa suara yang seolah mengisyaratkan ‘geser dudukmu! Sajangnim akan duduk disitu!’ Menyadari itu nara akhirnya mendongak menatap kyuhyun dengan cengiran tanpa dosa.

“boleh aku duduk disini?” tanya kyuhyun lagi, kali ini kyuhyun menatap nara

“ah, ne sajangnim..” jawab nara sambil membereskan nampan makannya

“kau mau kemana?” tanya kyuhyun panik begitu melihat nara mulai mengangkat nampan makanannya.

“saya akan pindah kesisi sebelah sana” jawab nara dengan wajah menunduk tanpa menatap kyuhyun. Yeowol dan hyorin bergeser kesebelah kiri menyisakan tempat duduk untuk nara. Sedangkan kyuhyun duduk diseberang nara dan diikuti manager han yang duduk tepat didepan nara. Mereka makan dalam diam dan tenggelam dalam pikiran masing masing.

“Im nara ssi, bagaimana kerjamu hari ini? Sepertinya kau cepat bergaul dan mendapatkan teman ya..” kata manager han memecahkan keheningan.

“ahh.. hehehe ne manager han.. kebetulan di departement finance semua staffnya sangat baik, meskipun baru beberapa jam bergabung disana, saya sudah merasa nyaman” jawab nara sambil menatap kedua sunbaenya ramah. Mereka bertiga saling bertatapan dan tertawa kecil.

“syukurlah kalau begitu..” kata manager han diiringi kekehan kecil melihat keakraban 3 wanita didepannya itu.

“departement finance? Apa kau tidak salah menempatkannya di departemen finance, manager han?” Kyuhyun yang sedari tadi diam mulai tertarik dengan percakapan mereka. Kalimat kyuhyun membuat tawa mereka berhenti digantikan tatapan penuh tanya.

“ne?” manager han menatap kyuhyun tidak mengerti. Kyuhyun menyenggol pelan kaki manager han seperti memberi isyarat sesuatu padanya. Lalu dengan gerakan pelan kyuhyun menatap tajam manager han diikuti senyuman ramah yang terkesan dipaksakan itu. Sedetik kemudian manager han seolah mengerti apa yang di inginkan presdirnya tersebut.

“aaahhh ne.. sajangnim.. saat ini Im nara ssi memang ditempatkan di departement finance, tapi itu hanya untuk sementara” kata manager han tanpa menatap nara. Pernyataan manager han membuat 3 gadis itu shock.

“apa maksud dari pernyataan ada tadi manager han?” tanya nara seraya menatap manager han intens, dia butuh penjelasan.

“jadi begini Im…” kyuhyun mengambangkan kalimatnya sambil bergaya pura pura lupa nama panjang nara. Dengan jengah nara memutar bola matanya “Im nara” jawab nara datar singkat.

“aahh iyaaa.. Im nara ssi.. aku tidak tahu namamu, mianhe” dengan wajah menyesal bercampur senyuman mengejek kyuhyun sengaja membalas ucapan nara 7 tahun lalu. Menyadari hal itu nara hanya bisa mendengus sebal. ‘sungguh presdir yang kekanak kanakan!’ batin nara.

“jadi begini Im nara ssi.. sebenarnya kami sudah memilihkan departement yang cocok untukmu, dan kebetulan juga di departement ini sedang membutuhkan seseorang untuk mengisi kekosongan. Kami berfikir tempat itu sangat cocok dan sesuai dengan bakat yang kau miliki. Bahkan ide brilian ini juga sempat diajukan oleh manager han” jelas kyuhyun yang tentu saja langsung mendapatkan tatapan dari manager han yang sama sekali tidak tahu menahu mengenai ucapan kyuhyun barusan. Kyuhyun membalas tatapan manager han dengan tatapan datar namun ada unsur mengintimidasi didalamnya yang langsung membuat manager han tidak mampu membalas ucapan maupun tatapan kyuhyun.

“kalau memang saya sejak awal sudah ditempatkan didepartemen lain, lalu mengapa hari ini saya dibawa ke departement finance?” tanya nara penuh selidik. Dia yakin ini hanya akal akalan kyuhyun saja.

“aku tau kau pasti akan menanyakan hal itu Im nara ssi” kata kyuhyun sambil meminum minumannya tanpa menatap nara.

“lalu?” tanya nara yang masih menunggu jawaban. Melihat ketegangan antara kyuhyun dan nara, kedua sunbae nara memilih diam tanpa berani bersuara.

“lalu saya akan ditempatkan dimana?” ulang nara lebih memperjelas pertanyaan yang tak kunjung dijawab oleh kedua manusia dihadapannya itu.

“mareketing lapangan” jawab kyuhyun datar sambil menatap tajam nara. Ditariknya ujung bibirnya keatas, membentuk sunggingan senyum licik terpatri jelas diwajah tampannya.

“MWO???!!!”

“apa maksudnya ini manager han?” kali ini nara benar benar frustasi dan butuh penjelasan yang lebih masuk akal.

“emm begini Im nara ssi, sebenarnya__” manager han mencoba menjelaskan

“cukup manager han, kau tidak perlu menjelaskannya” potong kyuhyun yang langsung mendapat tatapan tajam nara. Kyuhyun beranjak dari duduknya dengan membawa nampan ditangannya.

“aku yakin nona ini lebih tahu alasannya dari pada dirimu” kyuhyun balas menatap tajam nara. Kali ini mata mereka saling beradu seolah saling perang memancarkan sinar laser.

“benar begitu kan Im Nara ssi” kalimat kyuhyun penuh penekanan ditiap katanya. Lalu disunggingkan senyum liciknya sekali lagi sebelum dia pamit pergi meninggalkan mereka yang lalu diikuti manager han dibelakangnya.

‘nappeun sekyaa!! Kau pasti sudah merencakan ini dari awal! Dasar pria BRENGSEEK!’ umpat nara dalam hati. Bibirnya mengatup rapat, wajahnya memerah, dia benar benar marah..

Bagi yang sudah lupa kenapa kyuhyun memilih marketing lapangan untuk departemen nara, bisa dilihat di part 1..

.

.

“ini adalah ruangan departemen marketing dan promosi, dan itu adalah meja kerjamu. Selamat bekerja Im nara ssi” kata seorang wanita disebelah nara, kali ini bukan manager han yang mengantar nara melainkan salah satu anak buahnya. Mungkin manager han sengaja tidak menemui nara langsung dengan tujuan menghindari berbagai macam pertanyaan nara mengenai perpindahan departemen yang sama sekali tidak diketahuinya. Semuanya murni pemikiran reflek dan mendadak presdir CT group. Cho kyuhyun.

“ne.. kamsahamnida” nara membungkuk lesu. Dijawab anggukan sopan wanita itu dan langsung keluar dari ruangan tersebut.

Dilihatnya ruangan departement marketing & promosi tempatnya saat ini. ‘tidak terlalu buruk’ batin nara. Kalau boleh dibilang ruangan ini malah jauh dari kata buruk. Ruangan ini sangat luas dan bersih, mungkin karena disini sering kedatangan tamu dari luar kantor yang datang berkunjung untuk mebicarakan kerja sama dan negosiasi, jadi ruangan ini di desain senyaman mungkin untuk karyawan dan para tamu yang datang.

Nara mulai memperhatikan lebih detail tempat kerjanya sekarang. Disini benar benar bersih, meja kerja tertata rapi dan diatur berderet saling berhadapan membentuk beberapa baris, namun masih menyisakan ruang gerak yang cukup luas. Departement marketing & promosi mempunyai beberapa divisi didalamnya, yang mana di setiap divisi dipisahkan oleh filling cabinet pendek yang panjangnya menyamai panjang meja kerja tiap divisi. Belum lagi terdapat ruangan khusus untuk para tamu dari luar kantor yang berada di ujung ruangan ini juga didesaign sangat elegan.

20160401084349

Pandangan nara berhenti pada tangga kecil disebelah kanan, matanya menelusuri ujung tangga tersebut yang ternyata mengarah pada sebuah ruangan yang terdapat sedikit tembok kaca yang mengarah langsung pada ruangan kerjanya. Nara mendongak memperhatikan ruangan tersebut. Meskipun hanya terlihat sedikit, karena kaca tembok yang tidak begitu besar, namun nara masih bisa melihat betapa ruangan tersebut sangat istimewa.

“itu ruangan presdir cho” kata seorang pria membuyarkan lamunan nara.

“ne?” sahut nara yang sedikit terkejut dengan kehadiran pria disampingnya tersebut.

“ruangan yang kau lihat itu” kata pria tersebut sambil menunjuk ruangan diatas mereka yang sedari dengan serius diperhatikan nara “itu adalah ruangan presdir cho” sambungnya lagi membuat nara dengan secepat kilat menatap ruangan itu lagi. ‘mwo?? Kenapa harus sedekat ini?!!’

“ja..jadi kyu..ehmm maksudku presdir bisa melihat kita dengan jelas dari kaca itu?” tanya nara sambil menunjuk tembok kaca diatasnya.

“emm..” jawabnya singkat disertai anggukan kecil. Nara memejamkan matanya geram ‘tenangkan dirimu nara-ya.. tenang..’ batin nara mencoba menenangkan dirinya sendiri.

“perkenalkan, namaku park jungsoo.. aku kepala divisi promosi operasional” jungsoo mengulurkan tangan kanannya kedepan yang kemudian dijabat ramah oleh nara.

“Im nara imnida.. saya pegawai baru, mohon bimbingannya, kwajangnim” ucap nara tak lupa dengan senyuman ramahnya.

Jungsoo mengajak nara berkeliling ruangan dan memperkenalkannya kepada semua staff marketing&promosi. Respon mereka tidak jauh berbeda dengan staff finance, mereka sangat terbuka dan menyambut nara dengan baik. Hanya saja yang membedakan, disini lebih banyak karyawan laki laki dibanding perempuan, berbeda dengan finance dept yang memang didominasi para wanita.

Nara duduk ditempatnya. Dengan riang dia mulai menata barang barang dimeja kerjanya. beberapa alat tulis, kertas note berukuran kecil, buku catatan, tak ketinggalan pula foto kecil dirinya bersama sang kakek ikut diselipkan disebelah monitornya. Ditengah keasyikannya, tanpa sengaja nara melihat kaca yang menghubungkan langsung ruangannya dengan ruangan kyuhyun. Dikaca itu dia melihat kyuhyun tengah berdiri menatapnya dengan ekspresi yang tak terbaca. Mereka saling pandang selama beberapa detik, cukup lama untuk membuat nara sedikit goyah karena ketampanannya. Sampai akhirnya nara yang lebih dulu mengalihkan pandangannya pada monitor didepannya. Belum lama nara menatap monitor, nara mulai penasaran dan ingin mencoba melihat kyuhyun sekali lagi. Namun begitu pandangan nara tertuju pada kyuhyun, dengan spontan kyuhyun menjulurkan lidahnya dan berekspresi jelek menyebalkan diikuti tawa lepasnya seolah dia berhasil mengerjai nara saat ini, dan tentu saja tawa itu tidak terdengar karena ruangan kyuhyun memang disetiing kedap suara.

‘AAAAARRGGGG!!! Dia memang benar benar menyebalkan! Pria tua yang kekanak kanakan! Awas kau cho kyuhyun!” dengan gemas nara meremas remas kertas ditangannya, matanya melirik penuh dendam ke arah kyuhyun.

.

.

2 minggu sudah nara bekerja. Dia mulai mengerti dan mulai terbiasa dengan pekerjaannya. Ternyata departement marketing&promosi tidak seburuk yang dibayangkannya. Disini nara mendapatkan banyak sekali kesempatan untuk bertemu orang orang baru, seperti orang orang penting dipemerintahan, artis artis papan atas, dan masih banyak lagi. Yaah, meskipun saat ini dia masih belum sepenuhnya dipercaya untuk tugas itu, nara saat ini hanya sekedar menemani dan membantu beberapa sunbaenya saja.

Hari hari nara juga tentu saja tidak pernah lepas dari kyuhyun, setiap hari dia harus rela bertemu dengan kyuhyun yang selalu bertingkah menyebalkan didepannya. Seperti, tanpa alasan kyuhyun menyuruhnya untuk membelikan kopi dicafe seberang kantor tanpa memberinya uang dan itu berlangsung hampir setiap hari diwaktu pagi dan sore, belum lagi kyuhyun yang juga terus menerus memberikan pekerjaan dengan deadline tercepat yang akhirnya mengharuskan nara kerja lembur setiap harinya dengan ditemani kyuhyun tentunya. Dan masih banyak lagi hal hal menyebalkan yang sengaja kyuhyun ciptakan.

“Im nara ssi, bawakan kopi keruanganku!”

“Im nara ssi, selesaikan malam ini juga.. aku akan menunggumu disini”

“Im nara ssi, kopi!”

“kopi! Sekarang!”

“temani aku lembur!”

“yaaakk! Mana kopiku!”

“bawakan tasku!”

“kopi !”

“AAAAAAAAAAARRRRRRRGGGGGGGHHHH!!!!!!!” nara mulai frustasi menghadapi sikap kyuhyun yang makin hari seperti makin dibuat buat itu.

‘tenaaang… tenaaangg… dia hanya orang gila yang butuh perawatan..’ nara selalu mengucap kalimat yang sudah dianggapnya sebagai mantra tersebut disaat dia benar benar hampir hilang kesabaran menghadapi kyuhyun. Dan ajaibnya mantra tersebut sedikit banyak bisa menjadi mood booster bagi nara.

“Nara ssi, kerjakan ini. Aku menunggu hasilnya hari ini juga” perintah kyuhyun sambil meletakkan tumpukan kertas kertas penting di hadapan nara yang saat ini tengah bersiap siap untuk pulang mengingat ini memang sudah waktunya jam pulang kantor.

Nara menatap tumpukan kertas dihadapannya lalu pandangannya beralih menatap kyuhyun sebal. Ini sudah kesekian kalinya kyuhyun selalu memperlakukan dia seperti ini. Terlihat sangat disengaja, sangat kekanakan. Yaah walaupun setiap lembur dia tidak pernah sendirian. Kyuhyun selalu menemaninya meskipun sama sama tidak ada yang bersuara, setidaknya itu bisa menghilangkan rasa horor didalam kantor.

Kyuhyun menaikkan alisnya sebelah melihat ekspresi nara saat ini. “kau tidak mau?” tanya kyuhyun dengan nada datar namun seperti penuh ancaman didalamnya.

Nara menhembuskan nafasnya kasar lalu meraih tumpukan kertas didepannya.”memangnya apa yang bisa berubah kalau aku bilang tidak mau” gumam nara tanpa melihat kyuhyun

“apa katamu?”

“apa???” nara balik bertanya sambil memasang wajah tanpa dosa. Kyuhyun melirik nara tajam, seperti tatapan memperingati sebelum akhirnya dia membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali keruangannya. Kyuhyun tersenyum geli mengingat ekspresi sebal nara yang seolah ingin membunuhnya namun dengan mati matian selalu ditahannya sehingga menghasilkan ekspresi yang sangat disukai kyuhyun. Apa? Disukai? Ahh, tidak tidak.. kyuhyun hanya menikmatinya. Yah, dia menikmati menyiksa gadis itu seperti ini. Gadis yang telah merubahnya menjadi seperti sekarang.

Pukul 10 malam

Nara masih juga belum menyelesaikan pekerjaannya. Dia sesekali melirik kearah kyuhyun yang saat ini duduk diam disampingnya. Mata kyuhyun yang tidak pernah berhenti menatap nara membuat nara risih, sehingga berkali kali dia pergi kekamar mandi dan berharap ketika dia kembali kemejanya, kyuhyun sudah pergi. Namun usahanya nihil, kyuhyun masih saja disana, disebelah tempat duduknya.

Nara membuang nafasnya kasar ketika mendapati kyuhyun menatapnya lagi. Dengan sebal dia menoleh kyuhyun yang dengan cepat dan gugup mengalihkan tatapannya pada monitor nara.

“m..mwo??” tanya kyuhyun pura pura bodoh. Nara memicingkan matanya kali ini.

“m..mwoo? mwoo? Mwoo!” lagi lagi kyuhyun salah tingkah dengan sendirinya hanya dengan melihat tatapan menuduh nara.

“berhenti menatapku cho kyuhyun!”

“apa katamu?! YAAKK!!” kyuhyun berang, “kau pikir kau siapa berani memanggilku seperti itu! Hah!” kali ini suara kyuhyun terdengar menggema diseluruh ruangan, mengingat saat ini ruangan memang sepi, hanya ada mereka berdua.

Nara tiba tiba mencondongkan tubuhnya mendekati kyuhyun, lalu menarik pergelangan tangan kirinya sehingga membuat kyuhyun terkesiap, jantungnya tiba tiba berdetak sangat cepat dan keras, seolah detakan itu kini bisa didengar melalui telinganya sendiri.

Nara mengangkat pergelangan kiri kyuhyun tepat dimuka kyuhyun. “lihat jam berapa sekarang” mata nara masih menatap tajam kyuhyun

“sepuluh” jawab kyuhyun singkat setelah melirik jam tangan dipergelangan kirinya

“tepat! itu artinya jam kerja kantor sudah lama lewat. Kau tau apa artinya itu?” nara memberi jeda pada kalimatnya “saat ini, kau bukan siapa siapa” nara membuang muka dengan angkuh lalu kembali mengerjakan tugasnya seolah tidak peduli dengan kyuhyun yang saat ini tengah menahan emosinya.

“KAU!!”

“Cha! Selesaaii! Akhiirnyaaa… aahh!” nara mengangkat kedua tangannya keatas, lalu membuat gerakan menggeliat melenturkan otot ototnya yang terasa kaku sambil sesekali memejamkan mata mencoba menikmatinya.

Kyuhyun yang tadinya emosi tiba tiba terdiam melihat aksi menggeliat nara didepannya. Saat ini gadis didepannya terlihat sangat ‘seksi’. Yaa, itulah yang ada dipikiran kyuhyun saat ini. Tanpa sadar kyuhyun menelan salivanya, matanya tidak berhenti menatap nara yang saat ini tengah mengemasi tasnya dan bersiap pulang.

“kau tidak pulang” tanya nara membuyarkan lamunan kyuhyun

“a..aahh.. te..tentu saja” jawab kyuhyun serak dan gugup, dengan cekatan kyuhyun berdiri dari duduknya, berdehem agak keras sambil mengusap peluhnya yang entah kenapa terus keluar padahal AC masih menyala.

“kau sakit?” tanya nara

“ani!” jawab kyuhyun cepat. Sangat cepat. Nara menautkan kedua alisnya, heran melihat perubahan atasannya itu. ‘apa dia sakit? Aah, masa bodoh! Manusia kaya seperti dia mana mungkin bisa sakit’ batin nara seraya mengendikkan bahunya.

“baiklah aku duluan” nara melambaikan tangannya sekilas dan berjalan menuju pintu keluar.

“Nara! Tunggu aku didepan, aku akan mengantarmu” kata kyuhyun lalu dengan cepat berjalan meninggalkan nara menuju ruangannya tanpa menunggu jawaban gadis yang sedang melongo tidak percaya tersebut. Kyuhyun tidak menerima penolakan kali ini.

.

.

Setelah kejadian dimana kyuhyun mengantarnya pulang, nara mengira atasannya tersebut sudah berubah, tidak lagi membencinya, tidak lagi menyuruhnya membeli kopi dicafe depan yang mengharuskannya naik turun dari lantai 45, tidak lagi menyuruhnya bekerja lembur yang pada akhirnya dia harus diantar pulang kyuhyun dan tidak berhenti adu mulut dimobil setiap hari. Tapi sepertinya nara salah besar. Kyuhyun sama sekali tidak berubah, dia justru makin parah dengan terus menerus menyuruh nara keruangannya dengan berbagai macam alasan yang dibuat buat.

“ Im nara ssi, keruanganku sekarang.. jangan lupa bawa kopi kesukaanku” kata kyuhyun melalui telpon lokal kantor dan langsung menutupnya sepihak tanpa ingin mendengarkan jawaban nara. Nara mendesah berat, dengan tatapan sebal diliriknya tembok kaca kyuhyun.

30 menit kemudian…

“yaak!! Kenapa kau lama sekali!” bentak kyuhyun begitu nara memasuki ruangannya dengan membawa 1 gelas americano ditangan kanannya. Dengan jengah nara memutar bola matanya, memberi hormat sedikit lalu berjalan mendekati meja kyuhyun dan meletakkan americano dimeja kyuhyun tanpa memperdulikan teriakan kyuhyun tadi. Sebenarnya nara memang sengaja membiarkan kyuhyun menunggunya lama.

“ini pesananan anda tuan muda” kata nara penuh penekanan pada kata ‘tuan muda’. Kyuhyun mendengus sebal mendengar kata ‘tuan muda’ meluncur dari bibir mungil nara, lalu meraih kopi dimejanya.

“kau sepertinya fasih sekali mengucapkan kata itu? Apa kau pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga sebelumnya” kata kyuhyun sambil menyesap kopinya

“YAAK!!!” bentak nara spontan membuat kyuhyun terkejut dan hampir menumpahkan kopi ditangannya.

“yaaaakk???” kyuhyun mengulang kalimat nara, seolah tidak percaya bahwa dirinya baru saja dibentak oleh karyawannya sendiri. “YAAAAKKK!!!!” kali ini bentakan kyuhyun 3x lebih kencang dari biasanya hingga menimbulkan getaran kecil pada benda benda disekitar mereka (lebay dikit gapapa lah ya hehehe).

Mendengar itu membuat nara sadar kalau dirinya sudah lepas kendali, dengan perlahan nara menarik nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya perlahan. ‘tenaaang… tenaaangg… didepanmu ini hanya orang gila yang butuh perawatan..’ lagi lagi nara mencoba menenangkan dirinya dengan mengucap mantra tersebut dalam hati.

“jeosonghamnida sajangnim..” ucap nara seraya menundukkan kepalanya “kalau begitu saya permisi” sambungnya dengan membungkukkan badannya dan berputar berjalan menuju pintu keluar. Melihat itu membuat kyuhyun frustasi, dia masih ingin melihat nara saat ini.

“yaaakk yaaakk… Im nara ssi” panggil kyuhyun sebelum nara berhasil membuka kenop pintu. Nara membalikkan badannya kembali menatap kyuhyun.

“si.. siapa bilang kau boleh keluar?”

“ne?”

“duduk! Ada yang ingin kubicarakan denganmu” kali ini nada bicara kyuhyun terdengar seperti perintah yang tidak bisa bantah. Raut wajahnya berubah serius, menatap nara tajam.

Nara mendengus sebal ‘apa dia punya banyak kepribadian? Ekpresinya terus berubah ubah. Menyebalkan!’ nara melangkah malas, lalu duduk disalah satu kursi didepan kyuhyun. Mata kyuhyun masih mengamati nara. Namun begitu mata mereka bertemu, membuat kyuhyun salah tingkah. Dengan cekatan kyuhyun membuang pandangannya dan berdehem cukup keras sambil sedikit melonggarkan dasinya. Nara mengerutkan alisnya melihat sikap aneh kyuhyun ‘gila!’ batin nara.

Kyuhyun membuka laci mejanya, dan mengeluarkan sebuah amplop putih lalu disodorkan amplop tersebut pada nara. Nara menerima amplop tersebut dan membukanya. ‘tiket pesawat?’ batin nara

“ini __”

“siapkan dirimu. Kita berdua akan ke jeju besok”

“M..MWO?!!”

TBC

Iklan

3 thoughts on “Fall For You (part 2)

  1. ryufika berkata:

    Semakin menarik,,, penasaran apa yang akan terjadi di pulau jeju…
    Byar agak relaks,,, diselingin humor boleh kali ya…. he he he…
    Bagus juga disertai foto,,, semakin nambah imajinasi pembaca…

    Suka

  2. sweetgirl berkata:

    wah.. berbakat rupane ahjumma satu ini.. hhmmmmm.. gimana kalo langsung 2 part aja?? aaahhhh.. imej nya kyunnie oppa sedikit mengalami pergeseran rupanya, haha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s